Kehidupan Mak Erat bisa dibilang serba kekurangan. Tempat tinggal yang bisa kita sebut rumah, bagi Mak Erat hanya tempat untuk berteduh dari teriknya panas dan hujan. Dingin bilik bambu bekas, tanah sebagai lantainya, dan genting retak pun jadi atap, seperti itulah kondisi rumah Mak Erat. Rumahnya di kampung kamasan RT.03 RW. Kec. Banjaran ini kurang layak dengan luas yang hanya 4mx3m. tapi rumah inilah yang Mak Erat tempati selama tiga tahun lamanya.
Dulu Mak Erat tinggal bersama suaminya pak Karso dan keempat anak perempuannya. Mereka bekerja sebagai buruh tani. “kapungkur mah Emak sareng bapak teh tukang buruh tani, upami aya nu miwarang didamel, upami henteu nya panginten bapak, kasab kana naon weh sangacap-cagapeun nana, (Dulu Emak dan bapak, buruh tani, kalau ada yang menyuruh ya kerja kalau tidak ada paling bapak kerja apa saja sebisanya)” ujar Mak Erat .
Kehidupan keluarganya dari dulu memang sudah berat, apalagi saat pak Karto meninggal, kehidupanyang mereka jalani semakin berat, tapi untungglah tiga dari empat anak perempuan mak erat sudah menikah jadi tanggung jawab keluarga tidak terlalu berat.
Ternyata tiga anak yang sudah menukah itu, tetap saja tidak berubah keadaannya. Kehidupan make rat tidak ada kemajuan . anak-anak mak erat yang sudah berkeluarga mereka tidak pernah memperhatikan bagaimana kehidupan ibunya sekarang, malah mereka menambah beban sang ibu. “ah upami sepuh mah teu ngaraos direpotken masing marulangkalih tos gaduh kelurga ge, msing kumha ge emak mah nyaah emak mah teu ngaharepken bantosan ti anak da emak oge masih keneh mamapu” ujar mak erat sambil mengeluarkan air mata.
Sekarang usia make rat sudah 64 tahun, umur sekian beliau masih mampu mengerjakan yang semestinya bukan kerjaannya, misalnya menjajahkan gorengan keman-kemn, beliu mengerjkn sendiri tnp da ras sakit hati kepd nknya yang tidak sama sekali perahatian kepadanya, mak erat tetap senang menjalani hidup seperti ini, krena mk yakin suatu saat nanti ada kehidupan yang lebih baik lagi (di akhirat), beliau selalu berdoa semoga apa yang dia lakukan selama hidupnya diberikan safa’at dan yang mak ingginkan jika mk erat meninggal beliau mengingnkan meninggalnya anak-anaknya bisa kumpul seperti biasa dn mati dengan sahid, begitu ujar mak erat sat dimintai keterangan.